EBIET G ADE JAKARTA II Lyrics

Ada yang difikirkan
sebelum tertidur
Anaknya yang mungil dan bermata jernih
Ada yang di sesali
kenapa berangkat
Tinggalkan kampung halaman yang ramah tamah

Dikenang kembali wajah bulat telur istrinya
Dengan lengan yang legam dan rambut kemerahan
Terbakar matahari
Seperti didengar lagi gerit daun pintu bambu
Lenguh sapi perahan dan anak-anak angsa
Bermain di halaman

Apa yang dibayangkan
tentang Jakarta
Ternyata sangatlah jauh berbeda
Apa yang diimpikan
terpaksa ditanggalkan
Semangatnya yang membara perlahan padam

Kini ia tidur terlentang di pinggiran jalan
Berselimut sarung tua bekal dari kerabatnya
Yang masih tersisa
Ingin ditulis sepucuk surat buat istrinya
Bahwa di Jakarta ini bukanlah tempat yang ramah
Dan ia ingin kembali

Tapi sebagai lelaki
ia pantang menyerah
Meski badai melanda ia terus melangkah
Ada sepotong doa
tersimpan di saku
Kenangan merah jingga memaksanya bertahan.

See also:

89
89.121
Víctor Manuel Sube al desván Lyrics
Amari trent'Anni Che Non Ci Vediamo Lyrics